Site Loader

Pada artikel pertama ini, kami akan membahas 5 penyair yang terkenal di Indonesia atas karya-karyanya. Dan tanpa berbasi lagi ini lah ke 5 peyair tersebut.

➣ Chairil Anwar

Penyair - Chairil Anwar

Anwar pada 26 Juli 1992 di Medan. Dia adalah salah satu penyair terkemuka asal Indonesia. Di samping itu, Anwar juga mendapatkan julukan sebagai “The Beast Bitch” hal ini dikarenakan salah satu puisinya yang berjudul “I” atau “spirit”.

Anwar dikatakan sebagai pelopor puisi modern Angkatan 45 dan Indonesia oelh H.B Jassin. Namanya menjadi terkenal di dunia sastra setelah memuat tulisan di majalah nisan pada tahun 1942, saat itu ia baru berusia 20 tahun. Selama hidupnya, ia telah menulis sekitar 94 karya, termasuk 70 puisi. Semua tulisan diterbitkan dalam kompilasi oleh Library of the People dengan judul Mix Dust (1949), Sharp Gravel deprived and The End (1949), dan Three Reveals Fate (1950; bersama Asrul Sani dan RIVAI APIN). Karya Anwar ditolak oleh majalah Pandji Reader karena dianggap individualitas terlalu moderat dan aturan puisi pada waktu itu. Karyanya tersebar di tulisan-tulisan murah di atas kertas selama pendudukan Jepang. Tapi sebenarnya, siapa yang tidak kenal Anwar sekarang? Bahkan di luar negeri, saya berjudul puisi yang ditulis di dinding dan menjadi monumen.

➣ Asrul Sani

Penyair - Asrul Sani

Asrul Sani, lahir di Rao, Sumatra Barat, 10 Juni 1926, adalah seorang penulis dan sutradara film terkenal di Indonesia. Dia dikenal sebagai salah satu pelopor Angkatan 45, bersama dengan Anwar. Tiga antologi mengungkapkan nasib yang ia tulis bersama Anwar dan RIVAI APIN membuat kariernya menanjak. Selain itu, mereka juga menyatakan manifestasi budaya mereka dengan sikap Credentials Arena, di mana itu memberi mereka nama di antara para sastrawan.

➣ Sitor Situmorang

Penyair - Sitor Situmorang

Sitor Situmorang lahir pada 2 Oktober 1923 di Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Dia lahir dengan nama Raja Usu dan dengan nama keluarga Situmoran dari Batak Toba. Sitor Situmorang dikenal sebagai jurnalis, penulis, dan penyair Indonesia.

Karier kepenyairan yang dikatakan oleh A. TEEUW bersinar setelah kematian Anwar. Dia memulai karirnya sebagai jurnalis untuk surat kabar harian dan Peringatan Suara Nasional. Dia juga menjabat sebagai pegawai Biro Kebudayaan Departemen P&K, seorang dosen di Akademi Teater Nasional Indonesia, anggota Dewan Nasional, anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara yang diwakili oleh seniman, anggota Dewan Penasihat Sains, dan Ketua Dewan Penasihat Sains. Institut Kebudayaan Nasional. Tahun 1967-1974, Sitor ditangkap dan dipenjara sebagai tahanan politik di Jakarta ( pada masa pemerintahan Orde Baru).

Karya-karyanya termasuk Letters Green Paper (koleksi puisi (1954), Jalan Mutiara (drama (1954), In Sajak (koleksi puisi (1955)), Faceless Nameless (kumpulan puisi (1956), Rapar Son of Bitch (1955) )), Era baru (kumpulan puisi (1962), Pangeran (kumpulan cerita pendek (1963), Sastra Revolusioner (kumpulan esai (1965)), Waktu Dinding (kumpulan puisi (1976), Sitor Situmorang Sastrawan 45, Penyair Danau Toba (autobiografi (1981), Danau Toba (kumpulan cerita pendek (1981), Danau Wind (kumpulan puisi (1982)), Bunga di Batu Atas (kumpulan puisi (1989), Danau Toba Sae (1993), Utusan Somalaing dan Modigliani Raja Rom (sejarah lokal (1993), Rindu Kelana (kumpulan puisi (1994)), dan Peta Perjalanan (kumpulan puisi) yang mendapatkan Hadiah Puisi Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 1976 .

➣ Abdul Hadi Wiji Muthari

Penyair - Abdul Hadi Wiji Muthari

Abdul Hadi Wiji Muthari atau lebih dikenal dengan nama Abdul Hadi, lahir di Sumenep, 24 Juni 1946 adalah seorang penulis humanis, dan filsuf Indonesia. Ia dikenal karena karya-karyanya yang bercorak sufi dan tekad penelitian dalam bidan sastra Malyu di nusantara, serta pandangannya tentang Islam dan pluralisme.

Analis menyebut seni ini sebagai pencipta puisi Sufi di tahun 70-an. Karena karyanya mengandung banyak kesendirian, kematian, dan waktu. Karena itu, ia sering dibandingkan dengan temannya, yaitu Taufik Ismail, yang juga sering menulis puisi keagamaan.

Karya-karyanya meliputi Akhirnya Kita Bertemu Lagi, Arjuna dalam Meditasi (bersama Sutardji Calzoum Bachri dan Darmanto Yatman), Sea yet Post, Meditation, Mirror, Bergantung pada Angin, Potret Lama Pengunjung Pantai Sanur, Anak Laut Anak Angin, Madura : Prabhang di luar dan pembawa Matahari, dan lainnya.

➣ Sapardi Djoko Damono

Penyair - Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono, lahir di Surakarta, 20 Maret 1940, adalah seorang penyair Indonesia. Biasa disebut SDD, dikenal melalui puisinya yang menggunakan kata-kata sederhana dan romantis. Beberapa puisinya sangat populer dan terkenal oleh banyak kalangan masyarakat, misalnya, puisinya yang berjudul I Want, Rain in June, In One Day, aku danau, dan berjalan ke Barat di Time Morning. Sebagian besar karena popularitas puisi ini, Sapardi membuat musiknya.

Facebook Comments

Ethel Carlson

Visit on Facebook

Categories